Berbagai macam, penyebab, dan solusi RETAK DINDING

RETAK DINDING, yah suatu hal yang tidak enak dipandang ketika melihat rumah atau bangunan terdapat cacat pada dinding yaitu berupa retakan-retakan halus yang banyak..

Di sini, KREASIA akan share berbagai macam, penyebab, dan solusi retak dinding suatu bangunan. Here we go..

 

1. Retak Rambut Dinding Interior retak_rambutnah, ini salah satu contohnya..

dengan Deskripsi : pola retak tidak beraturan dan celahnya berukuran kecil.

Penyebabnya adalah :

1. Karena unsur-unsur pembentuk bahan plesteran tidak homogen, seperti pasir yang tudak bersih dan mengandung tanah.

2. Pengacian belum waktunya dilakukan pada plesteran. Karena pengacian baru bisa dilakukan minimal 2 minggu setelah plesteran.

Solusi perbaikannya :

1. Pola retak rambut diperbesar menggunakan kape (scratch)

2. Tutup retak rambut tersebut dengan plamur tembok.

3. Setelah plamur tembok mengering, ampelas permukaannya, selanjutnya, lakukan pengecatan.

 

2. Retak Rambut Eksterior

retak rambut eksteriorDeskripsi : Pola retakan tidak beraturan dan tidak berpola. Celah retakan berukuran kecil.

Penyebabnya : karena dinding terkena langsung sinar matahari dan air hujan. Biasanya retakan muncul setelah beberapa waktu yang cukup lama (tahunan).

Solusi yang ditawarkan : Hampir sama dengan tahap perbaikan retak rambut dinding interior. Hanya pada finishing akhir menggunakan cat eksterior yang sifatnya fleksibel.

1. Pola retak rambut diperbesar menggunakan kape (scratch). Lalu tutup retak rambut dengan plamur tembok. Setelah kering, permukaannya diamplas.

2. Selanjutnya, lakukan pengecatan.

(cttn : jika celah retakan tidak besar, cara mengatasinya cukup dengan pengecatan menggunakan cat dasar. Kemudian dengan cat khusus luar (outdoor), dapat menutup celah-celah kecil tersebut.

 

3. Retak Dinding Besar/Retak Struktur

Deskripsi : Pola retak hanya satu garis dan posisinya hampir tegak lurus dengan lantai. Celah retak berukuran besar.

Penyebab :

1. Menggunakan bahan pembentuk dinding yang kurang baik mutunya, seperti penggunaan batako atau bata merah yang belum kering betul, sehingga bahan tersebut rentan terhadap pemuaian dan penyusutan.

2. Terjadi patahan pada balok pemikul dinding (sloof)

Solusinya :

1. Retakan yang berukuran besar ditambal menggunakan semen.

2. Setelah kering, lapisi dengan plamur tipis dan selanjutnya dilakukan pengecatan. Untuk retakan yang disebabkan oleh patahan balok sloof, struktur balok harus diperbaiki terlebih dahulu dengan perkuatan di sekitar retakan.

 

4. Retak Dinding pada Sambungan Lama dan Baru.

Deskripsi : Pola retakan hampir membentuk garis lurus mengikuti pola pertemuan dinding lama dan baru.

Penyebab :

1. Penggunaan material yang berbeda antara dinding lama dan dinding baru, misal : dinding lama batako, dinding baru : bata merah (koefisien muai berbeda)

2. Tidak menggunakan bonding agent yang berfungsi sebagai perekat antara plesteran lama dan baru.

Solusinya :

1. Kupas/perlebar jalur retakan. Bersihkan dinding dan plesteran antara dinding lama dan baru.

2. Oleskan cairan bonding agent setelah itu plester kembali.

3. Setelah umur plesteran mencukupi, lakukan pengacian dan pengecatan seperti biasa.

 

5. Retak Dinding Akibat Material Lain

Deskripsi : retakan berada di sudut lubang dan biasanya berukuran kecil.

Penyebabnya : Karena adanya proses pemuaian pada material yang berbeda/tidak sejenis, seperti kusen dengan kayu yang yang tidak kering betul. Akibatnya, pada saat terjadi pemuaian, kusen mendesak dinding dan mengalami keretakan.

Solusi :

1. Tambal retakan yang terjadi dengan wall filler

2. Setelah kering, ampelas dinding hingga rata dengan permukaan yang lama.

3. Lapisi dengan cat warna yang sama pada satu bidang.

 

6. Retak Dinding Struktur

Deskripsi : Pola retak pada dinding membentuk bidang diagonal dan biasanya berukuran besar. Ada juga yang pola retaknya vertikal dengan celah di bagian bawah berukuran besar.

Penyebabnya :

1. Pada pola retak yang diagonal, dinding mengalami gaya geser yang biasanya diakibatkan oleh gempa atau salah satu titik pondasi mengalami penurunan.

2. Sedangkan pada pola retak vertikal, balok sloof tempat bertumpunya dinding mengalami patah.

Solusi Perbaikannya..

1. Lantai digali, untuk melihat tingkat kerusakan pada balok sloof.

2. Membuat balok, perkuatan pada sloof yang mengalami patahan.

3. Menambal retakan yang terjadi dengan menambah bonding agent.

4. Melakukan pengecatan ulang.

 

Demikian share dari kreasia..

tentang retak dinding.. tunggu ilmu-ilmu berikutnya..

semoga bermanfaat🙂

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s